APP SITORUS
Jumat, 25 November 2011
Kamis, 24 November 2011
cinta sejati
cintaku kepadamu sampai sekarang masih seperti dulu,sekiranya waktu bisa berputar kembali aku masih mengiginkan kebersamaan seperti yang dulu dulu,bersenda gurau dan saling berbagi
Kamis, 24 Februari 2011
Sistem Informasi Akademik Sekolah
Sistem Informasi Akademik Sekolah SMA Negeri 3 Kota Jambi
Sisfo SMA Negeri 3 Kota Jambi
Sistem informasi yang di desain untuk mendukung proses akademik dan administratif yang terdapat di SMA Negeri 3Kota Jambi. Dengan adanya sistem ini diharapkan proses akademik dan adminitrasi yang ada disekolah dapat menjadi lebih efektif, efisien dan juga transparan sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap sekolah yang memakainya.
Dengan adanya sistem informasi ini juga akan semakin meningkatkan image dari sekolah yang memakai sebagai salah satu sekolah yang berbasis IT (information technology) yang bisa memanfaatkan sisi positif dari perkembangan dunia IT yang sangat pesat.
Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah bisa men-generate raport secara otomatis di akhir semester dan juga bisa terintegrasi dengan aplikasi ujian/try out. Dimana nantinya juga bisa di manfaatkan sebagai bank soal yang bisa di gunakan untuk me-drill anak didik sebagai latihan menghadapi ujian. Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di bagian Fitur dibawah ini.
Spesifikasi.
User Administrator :
fitur - fitur yang tersedia untuk user administrator di SMA Negeri 3 Jambi,antara lain;
1. Home : berisi Control Panel yang terdiri dari shortcut/jalan pintas ke beberapa fitur dan juga log user yang login.
2. Peserta KBM:
• Guru:
1. List Guru:Di SMA Negeri 3 Jambi digunakan untuk melihat daftar guru yang terdaftar dan didalamnya juga terdapat menu untuk melakukan edit informasi terhadap guru tersebut.
2. Guru Baru: digunakan untuk memasukkan guru baru.
• Siswa
1. List Siswa:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat daftar siswa yang terdaftar di sekolah tersebut dan didalamnya juga terdapat menu untuk melakukan edit informasi terhadap siswa tersebut.
2. Siswa Baru: digunakan untuk mendaftar siswa baru.
3. Akademik:
• Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Jambi
1. List Sekolah:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat sekolah yang tergabung menggunakan sisfo ini dan juga terdapat fitur untuk melakukan edit informasi pada sekolah yang di pilih.
2. Sekolah Baru: digunakan untuk menambahkan informasi sekolah yang akan menggunakan sisfo(sistem informasi) ini.
• Kelas di SMA Negeri 3 Kota Jambi
1. Manage Kelas:Di SMA Negeri 3 Jambi digunakan untuk melakukan manajem terhadap suatu kelas. diantaranya menentukan wali kelas, siswa yang masuk di kelas tersebut, mata pelajaran, guru pengajar untuk masing - masing mata pelajaran.
• Mata Pelajaran
1. List Mata Pelajaran:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat daftar mata pelajaran yang ada dalam sistem informasi inidan juga terdapat fitur untuk melakukan edit mata pelajaran pada menu ini.
2. Mata Pelajaran Baru: di gunakan untuk menambahkan mata pelajaran baru
• Jadwal pelajaran: digunakan untuk membuat jadwal pelajaran pada masing - masing kelas.
• Tahun Ajaran: digunakan untuk men-set atau mengaktifkan tahun pelajaran yang sedang berjalan.
4. Konfigurasi:
• Konfigurasi Database: digunakan untuk melakukan setting database sesuai konfigurasi yang di perlukan.
• Konfigurasi General: digunakan melakukan konfigurasi yang bersifat umum.
5. Interaksi:
• Berita Gambar: digunakan untuk mem-posting berita yang mempunyai gambar yang nantinya akan terlihat di halaman awal untuk siswa.
• Berita Pendek: digunakan memposting berita pendek yang nantinya akan ditampilkan secara berjalan di halaman awal untuk siswa.
• Pesan: fitur yang digunakan untuk saling berkirim pesan dengan semua komunitas sekolah yang tergabung dalam sistem informasi ini.
6. Help
User Guru untuk SMA Negeri 3 Kota Jambi
Fitur - fitur yang tersedia untuk jenis user administrator pada SMA Negeri 3 Kota Jambi.
1. Home :Di SMA Negeri 3 Jambi terdiri dari control panel/shortcut kebeberapa fitur dari user guru dan juga messade board untuk guru.
2. Akademik:
• Penilaian
1. Bobot Penilaian:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk memasukkan,mengedit,menghapus bobot penilaian dari mata pelajaran guru yang bersangkutan, dengan memasukkan Bobot penilaian raport secara otomatis akan di generate oleh sistem di akhir semester sehingga guru tidak lagi perlu repot untuk menghitung manual untuk membuat raport.
2. Ujian/Quiz :Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk membuat,memasukkan nilai hasil dari quiz atau ujian siswa pada mata pelajaran guru tersebut.
• Jadwal Mengajar :di SMA Negeri 3 Kota Jambi berisi informasi mengenai jadwal mengajar dari guru yang bersangkutan.
3. Interaksi di SMA Negeri 3 Kota Jambi
• Pesan : Digunakan untuk berinteraksi dengan komunitas pengguna isfo yang lain baik itu antar guru maupun siswa.
4. Konfigurasi di SMA Negeri 3 Kota Jambi
• Ganti Password: fitur yang digunakan untuk merubah password default yang di berikan.
User Siswa di SMA Negeri 3 Kota Jambi
Fitur - fitur yang tersedia untuk user siswa di SMA Negeri 3 Kota Jambi antara lain
1. Home : Berisi data siswa, wali kelas, dan beberapa fitur yang bisa di akses.
2. Nilai : Berisi informasi mengenai hasil ujian/quiz yang di peroleh oleh siswa tersebut/sesuai id siswa yang login.
3. Absensi : Berisi catatan absensi siswa sesuai dengan id siswa yang login.
4. Jadwal : Berisi informasi mengenai jadwal pelajaran dari siswa yang login.
5. Pesan : Fitur ini digunakan untuk berinteraksi baik dengan teman sekolah maupun guru dengan cara berkirim pesan atau menerima pesan dari mereka.
6. Izin : Fitur yang berisi informasi semua mengenai izin yang pernah dilakukan siswa yang login. mulai dari tanggal izin, untuk keperluan apa, dan siap pamong atau wali yang mengizinkan.
7. Raport : Berisi informasi raport siswa dimana bentuk laporan raport ini sangat jelas dan transparan
Try out :di SMA Negeri 3 Kota Jambi aplikasi ini bisa di gunakan untuk melakukan ujian secara online. Setelah mengisi jawaban soal dari pertanyaan yang di berikan dengan waktu yang di berikan secara otomatis aplikasi ini akan menunjukkan dan menyimpan nilai yang di dapatkan oleh siswa SMA Negeri 3 Kota Jambi.
Di SMA Negeri 3 Kota Jambi system akademiknya sudah begitu bagus dan lengkap,tinggal bagaimana Guru dan Siswa dapat meng akses data data atau informasi yang mereka butuhkan tehadap sekolah.Memang yang menjadi kendala kadang adalah seringnya lampu padam,yang mengakibatkan terjadinya gangguan waktu kita mengakses data yang kita inginkan.
Sisfo SMA Negeri 3 Kota Jambi
Sistem informasi yang di desain untuk mendukung proses akademik dan administratif yang terdapat di SMA Negeri 3Kota Jambi. Dengan adanya sistem ini diharapkan proses akademik dan adminitrasi yang ada disekolah dapat menjadi lebih efektif, efisien dan juga transparan sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap sekolah yang memakainya.
Dengan adanya sistem informasi ini juga akan semakin meningkatkan image dari sekolah yang memakai sebagai salah satu sekolah yang berbasis IT (information technology) yang bisa memanfaatkan sisi positif dari perkembangan dunia IT yang sangat pesat.
Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah bisa men-generate raport secara otomatis di akhir semester dan juga bisa terintegrasi dengan aplikasi ujian/try out. Dimana nantinya juga bisa di manfaatkan sebagai bank soal yang bisa di gunakan untuk me-drill anak didik sebagai latihan menghadapi ujian. Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di bagian Fitur dibawah ini.
Spesifikasi.
User Administrator :
fitur - fitur yang tersedia untuk user administrator di SMA Negeri 3 Jambi,antara lain;
1. Home : berisi Control Panel yang terdiri dari shortcut/jalan pintas ke beberapa fitur dan juga log user yang login.
2. Peserta KBM:
• Guru:
1. List Guru:Di SMA Negeri 3 Jambi digunakan untuk melihat daftar guru yang terdaftar dan didalamnya juga terdapat menu untuk melakukan edit informasi terhadap guru tersebut.
2. Guru Baru: digunakan untuk memasukkan guru baru.
• Siswa
1. List Siswa:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat daftar siswa yang terdaftar di sekolah tersebut dan didalamnya juga terdapat menu untuk melakukan edit informasi terhadap siswa tersebut.
2. Siswa Baru: digunakan untuk mendaftar siswa baru.
3. Akademik:
• Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Jambi
1. List Sekolah:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat sekolah yang tergabung menggunakan sisfo ini dan juga terdapat fitur untuk melakukan edit informasi pada sekolah yang di pilih.
2. Sekolah Baru: digunakan untuk menambahkan informasi sekolah yang akan menggunakan sisfo(sistem informasi) ini.
• Kelas di SMA Negeri 3 Kota Jambi
1. Manage Kelas:Di SMA Negeri 3 Jambi digunakan untuk melakukan manajem terhadap suatu kelas. diantaranya menentukan wali kelas, siswa yang masuk di kelas tersebut, mata pelajaran, guru pengajar untuk masing - masing mata pelajaran.
• Mata Pelajaran
1. List Mata Pelajaran:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk melihat daftar mata pelajaran yang ada dalam sistem informasi inidan juga terdapat fitur untuk melakukan edit mata pelajaran pada menu ini.
2. Mata Pelajaran Baru: di gunakan untuk menambahkan mata pelajaran baru
• Jadwal pelajaran: digunakan untuk membuat jadwal pelajaran pada masing - masing kelas.
• Tahun Ajaran: digunakan untuk men-set atau mengaktifkan tahun pelajaran yang sedang berjalan.
4. Konfigurasi:
• Konfigurasi Database: digunakan untuk melakukan setting database sesuai konfigurasi yang di perlukan.
• Konfigurasi General: digunakan melakukan konfigurasi yang bersifat umum.
5. Interaksi:
• Berita Gambar: digunakan untuk mem-posting berita yang mempunyai gambar yang nantinya akan terlihat di halaman awal untuk siswa.
• Berita Pendek: digunakan memposting berita pendek yang nantinya akan ditampilkan secara berjalan di halaman awal untuk siswa.
• Pesan: fitur yang digunakan untuk saling berkirim pesan dengan semua komunitas sekolah yang tergabung dalam sistem informasi ini.
6. Help
User Guru untuk SMA Negeri 3 Kota Jambi
Fitur - fitur yang tersedia untuk jenis user administrator pada SMA Negeri 3 Kota Jambi.
1. Home :Di SMA Negeri 3 Jambi terdiri dari control panel/shortcut kebeberapa fitur dari user guru dan juga messade board untuk guru.
2. Akademik:
• Penilaian
1. Bobot Penilaian:Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk memasukkan,mengedit,menghapus bobot penilaian dari mata pelajaran guru yang bersangkutan, dengan memasukkan Bobot penilaian raport secara otomatis akan di generate oleh sistem di akhir semester sehingga guru tidak lagi perlu repot untuk menghitung manual untuk membuat raport.
2. Ujian/Quiz :Di SMA Negeri 3 Kota Jambi digunakan untuk membuat,memasukkan nilai hasil dari quiz atau ujian siswa pada mata pelajaran guru tersebut.
• Jadwal Mengajar :di SMA Negeri 3 Kota Jambi berisi informasi mengenai jadwal mengajar dari guru yang bersangkutan.
3. Interaksi di SMA Negeri 3 Kota Jambi
• Pesan : Digunakan untuk berinteraksi dengan komunitas pengguna isfo yang lain baik itu antar guru maupun siswa.
4. Konfigurasi di SMA Negeri 3 Kota Jambi
• Ganti Password: fitur yang digunakan untuk merubah password default yang di berikan.
User Siswa di SMA Negeri 3 Kota Jambi
Fitur - fitur yang tersedia untuk user siswa di SMA Negeri 3 Kota Jambi antara lain
1. Home : Berisi data siswa, wali kelas, dan beberapa fitur yang bisa di akses.
2. Nilai : Berisi informasi mengenai hasil ujian/quiz yang di peroleh oleh siswa tersebut/sesuai id siswa yang login.
3. Absensi : Berisi catatan absensi siswa sesuai dengan id siswa yang login.
4. Jadwal : Berisi informasi mengenai jadwal pelajaran dari siswa yang login.
5. Pesan : Fitur ini digunakan untuk berinteraksi baik dengan teman sekolah maupun guru dengan cara berkirim pesan atau menerima pesan dari mereka.
6. Izin : Fitur yang berisi informasi semua mengenai izin yang pernah dilakukan siswa yang login. mulai dari tanggal izin, untuk keperluan apa, dan siap pamong atau wali yang mengizinkan.
7. Raport : Berisi informasi raport siswa dimana bentuk laporan raport ini sangat jelas dan transparan
Try out :di SMA Negeri 3 Kota Jambi aplikasi ini bisa di gunakan untuk melakukan ujian secara online. Setelah mengisi jawaban soal dari pertanyaan yang di berikan dengan waktu yang di berikan secara otomatis aplikasi ini akan menunjukkan dan menyimpan nilai yang di dapatkan oleh siswa SMA Negeri 3 Kota Jambi.
Di SMA Negeri 3 Kota Jambi system akademiknya sudah begitu bagus dan lengkap,tinggal bagaimana Guru dan Siswa dapat meng akses data data atau informasi yang mereka butuhkan tehadap sekolah.Memang yang menjadi kendala kadang adalah seringnya lampu padam,yang mengakibatkan terjadinya gangguan waktu kita mengakses data yang kita inginkan.
Senin, 21 Februari 2011
PRESTASI DAN KREATIVITAS MENINGKATKAN MUTU SISWA DAN KELULUSAN
Prestasi dan Kreativitas Meningkatkan Mutu Siswa dan Kelulusan
oleh: APP.Sitorus
Kegiatan-kegiatan kesiswaan yang meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), hingga ke Lomba Debat Bahasa Inggris dan Lomba Penelitian Ilmu Pengetahuan Remaja (LPIR), telah berjalan sesuai dengan program yang dicanangkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, selama tahun 2008 ini. Semua kegiatan ini merupakan gambaran dari proses peningkatan mutu siswa melalui prestasi dan kreativitas.
OSN, O2SN, dan FLS2N adalah bagian dari kebijakan Departemen Pendidikan Nasional, yaitu kebijakan mengenai peningkatan mutu. Namun peningkatan mutu tidak hanya itu saja, di dalamnya mencakup berbagai macam upaya, yang pertama manajemen sekolah, dan kedua proses pembelajaran di sekolah.
Dalam proses pembelajaran di sekolah, ada tiga faktor yang perlu ditingkatkan. Antara lain, guru, murid, sarana dan prasarana. Semuanya masuk di dalam renstra (rencana strategis) yang juga menjadi acuan Diknas. Adapun renstra tesebut terdiri dari renstra departemen, yang kemudian dijabarkan menjadi renstra pendidikan dasar dan menengah dan juga renstra direktorat yang sifatnya lebih teknis.
Dalam penjelasannya mengenai renstra tersebut di atas, Dr. Sungkowo M, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas menerangkan, bahwa kebijakan Diknas titik beratnya adalah meningkatkan mutu SMA. Tujuanya agar lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi. Kegiatan ini jangkauannya luas, sebab mencakup akses dan kesempatan tata kelola. “Kita memiliki visi bahwa hingga tahun 2014, kita upayakan SMA menjadi lembaga yang profesional. Menjadi lembaga yang akuntabel, supaya bisa mendorong sekolah-sekolah menengah atas, menjadi sekolah yang mutunya bertaraf internasional. Kebijakan tersebut diupayakan bisa disosialisasikan ke daerah-daerah,” ujarnya.
Dari kebijakan-kebijakan dan juga misi yang telah dijelaskan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA akhirnya membuat visi yang merupakan strategi untuk mencapai misi yang telah ada. Visi tersebut antara lain, mengupayakan perluasan dan pemerataan untuk memberi pendidikan yang bermutu bagi rakyat Indonesia.
Direktorat Pembinaan SMA akan menjaga agar rasio murid SMA dibandingkan dengan jumlah murid SMK akhir tahun 2014 menjadi 33 : 67 % atau 33 % SMA dan 67% SMK. Rasio SMA diperkecil, tujuannya agar lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi. “Sedang yang ingin masuk dunia kerja bisa masuk SMK. Tapi SMK juga harus ditingkatkan mutunya, supaya begitu keluar SMK si siswa sudah siap masuk ke dunia kerja,” papar Sungkowo.
Fasilitasi Potensi Siswa
Di samping itu, Direktorat juga membantu memfasilitasi pengembangan potensi siswa. Pemberian fasilitas potensi siswa ini diberikan secara utuh. Misalnya, memfasilitasi peserta didik untuk SMA. Pemberian fasilitas melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. “Jadi fasilitasinya itu fasiltas proses pembelajaran dan sekaligus meningkatkan mutu pembelajarannya.” Tambahnya.
Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan itu, menurut Sungkowo kembali, berkaitan erat dengan proses pembelajaran berbasis TIK atau ICT. Dalam hal ini, seorang guru menganggap murid bukan obyek, tetapi subyek. Sehingga kedudukan siswa sama, mempunyai kesempatan yang sama, mempunyai kemungkinan untuk berprestasi sama. Jadi, seorang guru hanya fasilitator. “Guru tidak usah khawatir kalau dia kalah dengan muridnya. Karena sekarang sumber belajar sudah banyak, seperti internet. Guru-guru tinggal mendorong dan mengarahkan. Tetapi dia juga mencarikan sumber-sumber pengetahuan. Justru dengan proses pembelajaran berbasis TIK ini, kita tidak perlu banyak bicara, tetapi siswa bisa diberikan pelajaran melalui teknologi tersebut. Melalui teknologi ini, tidak hanya pelajaran fisika, kimia biologi saja, pelajaran agama, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia pun bisa,” jelas Sungkowo kembali.
Meski di daerah tetap diterapkan metodologi pembelajaran yang sudah ada, namun pemakaian teknologi dalam melakukan proses belajar-mengajar tidak harus selalu menggunakan komputer, radio pun sudah merupakan teknologi. Jadi, jelas Sungkowo, teknologi itu bisa ke siapa saja. Fasilitas yang sudah ada memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang. Keinginan masyarakat sekarang ini, sekolah harus menyediakan guru sesuai dengan bidang studinya. “Itu ada di undang-undang lho. Jangan sampai kita tidak memberikan siswa-siswa kesempatan,” katanya.
Manajemen Berbasis Sekolah
Selain mengikuti perkembangan teknologi, penyelenggaraan pendidikan juga perlu memperhatikan faktor manajemen. Dari sudut pandang ini, akhirnya akan mendorong sekolah untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Di sini sekolah memiliki otoritas untuk mengelola manajemennya. Di samping MBS, menurut Sungkowo, Direktorat juga mendorong sekolah mewujudkan peserta didik berkepribadian unggul, memiliki semangat kompetensi dan kompetisi, juga mendorong sekolah untuk bisa meningkatkan atau memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Dengan demikian, pada tahun 2014, paling tidak 95% SMA sudah terakreditasi B. Yang bagus adalah A. Tujuannya, supaya sekolah yang berada di pelosok daerah itu sama. Seperti misalnya di ujung Banda Aceh, Kupang, Rote, Papua, sama. Contohnya seperti di Jepang, kualitas pendidikan di daerah-daerah yang ada di negara itu merata. Sekain itu kita juga membuat program yang dibagi tiga. Program-program itu terdiri dari program akses (pemerataan), program peningkatan mutu, dan program peningkatan tata-kelola,” tambah Sungkowo.
Untuk program akses, menurut Direktur SMA, jangan sampai akses untuk siswa SMA yang pandai dalam bidang edukasi, tidak ditampung di sekolah yang hebat. Anak yang hebat itu harus difasilitasi, walaupun mereka miskin. Dalam hal ini Sungkowo memberi contoh, misalnya ada anak miskin di Flores Timur sana, boleh saja ia bersekolah di Jakarta. Paling tidak, Pemda setempat responsif terhadap anak-anak cerdas seperti itu. Tidak hanya Pemda, masyarakat juga harus berperan aktif dan peduli pada mereka. “Kalau hasil ujian anak itu bagus, masak tidak kita fasilitasi,” tambahnya.
Berkaitan dengan fasiltas untuk anak-anak cerdas namun tak mampu tersebut, Diknas memberikan subsidi siswa yang merupakan bantuan khusus murid berupa beasiswa. Beasiswa yang diberikan memang tidak terlalu besar, jumlah nominalnya 65 ribu rupiah per bulan. Menurut Sungkowo, beasiswa tersebut merupakan kepedulian Diknas terhadap siswa miskin untuk membantu mereka.
Begitu pula dari segi sarana sekolah. Diknas memberikan subsidi untuk membangun atau merehab sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekolah tersebut diberikan keleluasaan untuk menggunakan subsidi tersebut. Namun meski demikian, Diknas tetap mengontrol dana yang telah diberikan untuk merehab, apakah dana tersebut dipergunakan sesuai dengan siteplan yang direncanakan. “Kita berikan subsidi kepada sekolah tersebut, tapi kita kontrol jumlah dan tambahan ruang belajarnya,” tukasnya.
Dari segi mutu, Direktorat Pembinaan SMA membuat rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN). Yang tak kalah penting, Direktorat juga membuat rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Melalui PBKL keunggulan di suatu daerah dipertahankan. Misalnya, seperti Tasikmalaya yang terkenal dengan bordirannya. Kerajinan seperti itu harus dijaga, atau Sopeng yang terkenal dengan sutra alamnya dan NTT dengan tenun ikatnya, semua itu dikembangkan agar jangan sampai punah.
Sungkowo juga menjelaskan, untuk ruang-ruang penunjang seperti perpustakaan, lab IPA, komputer, TIK base learning, ICT base learning, uji kompetensi siswa, Bahasa Inggris, dan bantuan operasional manajemen mutu, akan diberikan sertifikasi. Sedangkan dalam tata kelolanya, digunakan manajemen yang transparan.
Mengenai pelaksanaan kegiatan lomba-lomba di bidang keilmuan tahun 2009 tetap terus berjalan sama seperti tahun 2008. Sungkowo berharap, agar kegiatan-kegiatan tersebut kualitasnya dapat lebih ditingkatkan lagi. Seperti OSN, tetap mengacu pada delapan bidang studi, yaitu fisika, kimia, matematika, biologi, komputer, astronomi, kebumian, dan ekonomi. Sedangkan penghargaan untuk siswa yang memperoleh medali, saat ini sudah tersolusi. Mereka akan ditampung di perguruan tinggi yang mereka inginkan termasuk beasiswanya.
Tujuan pemerintah untuk meningkatakan mutu pendidikan siswa dan lulusan sudah bengitu bagus hanya sekarang kita yang dilapangan yang perlu meningkatkan SDM baik itu guru maupun pihak sekolah.
Seperti di SMA Negeri 3 Kota Jambi tempat saya bertugas selalu berusaha bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dengan mengikuti lomba lomba baik yang dilaksanakan oleh Pemerntah maupun Perguruan Tinggi.Namun sebelum mengikuti lomba siswa terus dilatih secara terus menerus dan bukan dikarenakan adanya lomba tetapi secara rutin siswa selalu dilatih dengan sendirinya siswa bisa bersaing.Seperti OSN sebelum perlombaan dilaksanakan para pembing-bing OSN sudah melatih anak mulai awal semester satu.Demikian juga OSN ekonomi pelatihannya secara rutinitas dan hasilnya sangat memuaskan karena siswa SMA 3 selalu unggul dan sampai ke Nasional selama 5 tahun berturut turut dan mereka yang masuk kenasioanal setelah lulus dari SMA selalu masuk ke perguruan tinggi yang sesuai dengan cita-cita mereka.
oleh: APP.Sitorus
Kegiatan-kegiatan kesiswaan yang meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), hingga ke Lomba Debat Bahasa Inggris dan Lomba Penelitian Ilmu Pengetahuan Remaja (LPIR), telah berjalan sesuai dengan program yang dicanangkan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, selama tahun 2008 ini. Semua kegiatan ini merupakan gambaran dari proses peningkatan mutu siswa melalui prestasi dan kreativitas.
OSN, O2SN, dan FLS2N adalah bagian dari kebijakan Departemen Pendidikan Nasional, yaitu kebijakan mengenai peningkatan mutu. Namun peningkatan mutu tidak hanya itu saja, di dalamnya mencakup berbagai macam upaya, yang pertama manajemen sekolah, dan kedua proses pembelajaran di sekolah.
Dalam proses pembelajaran di sekolah, ada tiga faktor yang perlu ditingkatkan. Antara lain, guru, murid, sarana dan prasarana. Semuanya masuk di dalam renstra (rencana strategis) yang juga menjadi acuan Diknas. Adapun renstra tesebut terdiri dari renstra departemen, yang kemudian dijabarkan menjadi renstra pendidikan dasar dan menengah dan juga renstra direktorat yang sifatnya lebih teknis.
Dalam penjelasannya mengenai renstra tersebut di atas, Dr. Sungkowo M, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas menerangkan, bahwa kebijakan Diknas titik beratnya adalah meningkatkan mutu SMA. Tujuanya agar lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi. Kegiatan ini jangkauannya luas, sebab mencakup akses dan kesempatan tata kelola. “Kita memiliki visi bahwa hingga tahun 2014, kita upayakan SMA menjadi lembaga yang profesional. Menjadi lembaga yang akuntabel, supaya bisa mendorong sekolah-sekolah menengah atas, menjadi sekolah yang mutunya bertaraf internasional. Kebijakan tersebut diupayakan bisa disosialisasikan ke daerah-daerah,” ujarnya.
Dari kebijakan-kebijakan dan juga misi yang telah dijelaskan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA akhirnya membuat visi yang merupakan strategi untuk mencapai misi yang telah ada. Visi tersebut antara lain, mengupayakan perluasan dan pemerataan untuk memberi pendidikan yang bermutu bagi rakyat Indonesia.
Direktorat Pembinaan SMA akan menjaga agar rasio murid SMA dibandingkan dengan jumlah murid SMK akhir tahun 2014 menjadi 33 : 67 % atau 33 % SMA dan 67% SMK. Rasio SMA diperkecil, tujuannya agar lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi. “Sedang yang ingin masuk dunia kerja bisa masuk SMK. Tapi SMK juga harus ditingkatkan mutunya, supaya begitu keluar SMK si siswa sudah siap masuk ke dunia kerja,” papar Sungkowo.
Fasilitasi Potensi Siswa
Di samping itu, Direktorat juga membantu memfasilitasi pengembangan potensi siswa. Pemberian fasilitas potensi siswa ini diberikan secara utuh. Misalnya, memfasilitasi peserta didik untuk SMA. Pemberian fasilitas melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. “Jadi fasilitasinya itu fasiltas proses pembelajaran dan sekaligus meningkatkan mutu pembelajarannya.” Tambahnya.
Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan itu, menurut Sungkowo kembali, berkaitan erat dengan proses pembelajaran berbasis TIK atau ICT. Dalam hal ini, seorang guru menganggap murid bukan obyek, tetapi subyek. Sehingga kedudukan siswa sama, mempunyai kesempatan yang sama, mempunyai kemungkinan untuk berprestasi sama. Jadi, seorang guru hanya fasilitator. “Guru tidak usah khawatir kalau dia kalah dengan muridnya. Karena sekarang sumber belajar sudah banyak, seperti internet. Guru-guru tinggal mendorong dan mengarahkan. Tetapi dia juga mencarikan sumber-sumber pengetahuan. Justru dengan proses pembelajaran berbasis TIK ini, kita tidak perlu banyak bicara, tetapi siswa bisa diberikan pelajaran melalui teknologi tersebut. Melalui teknologi ini, tidak hanya pelajaran fisika, kimia biologi saja, pelajaran agama, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia pun bisa,” jelas Sungkowo kembali.
Meski di daerah tetap diterapkan metodologi pembelajaran yang sudah ada, namun pemakaian teknologi dalam melakukan proses belajar-mengajar tidak harus selalu menggunakan komputer, radio pun sudah merupakan teknologi. Jadi, jelas Sungkowo, teknologi itu bisa ke siapa saja. Fasilitas yang sudah ada memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang. Keinginan masyarakat sekarang ini, sekolah harus menyediakan guru sesuai dengan bidang studinya. “Itu ada di undang-undang lho. Jangan sampai kita tidak memberikan siswa-siswa kesempatan,” katanya.
Manajemen Berbasis Sekolah
Selain mengikuti perkembangan teknologi, penyelenggaraan pendidikan juga perlu memperhatikan faktor manajemen. Dari sudut pandang ini, akhirnya akan mendorong sekolah untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Di sini sekolah memiliki otoritas untuk mengelola manajemennya. Di samping MBS, menurut Sungkowo, Direktorat juga mendorong sekolah mewujudkan peserta didik berkepribadian unggul, memiliki semangat kompetensi dan kompetisi, juga mendorong sekolah untuk bisa meningkatkan atau memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Dengan demikian, pada tahun 2014, paling tidak 95% SMA sudah terakreditasi B. Yang bagus adalah A. Tujuannya, supaya sekolah yang berada di pelosok daerah itu sama. Seperti misalnya di ujung Banda Aceh, Kupang, Rote, Papua, sama. Contohnya seperti di Jepang, kualitas pendidikan di daerah-daerah yang ada di negara itu merata. Sekain itu kita juga membuat program yang dibagi tiga. Program-program itu terdiri dari program akses (pemerataan), program peningkatan mutu, dan program peningkatan tata-kelola,” tambah Sungkowo.
Untuk program akses, menurut Direktur SMA, jangan sampai akses untuk siswa SMA yang pandai dalam bidang edukasi, tidak ditampung di sekolah yang hebat. Anak yang hebat itu harus difasilitasi, walaupun mereka miskin. Dalam hal ini Sungkowo memberi contoh, misalnya ada anak miskin di Flores Timur sana, boleh saja ia bersekolah di Jakarta. Paling tidak, Pemda setempat responsif terhadap anak-anak cerdas seperti itu. Tidak hanya Pemda, masyarakat juga harus berperan aktif dan peduli pada mereka. “Kalau hasil ujian anak itu bagus, masak tidak kita fasilitasi,” tambahnya.
Berkaitan dengan fasiltas untuk anak-anak cerdas namun tak mampu tersebut, Diknas memberikan subsidi siswa yang merupakan bantuan khusus murid berupa beasiswa. Beasiswa yang diberikan memang tidak terlalu besar, jumlah nominalnya 65 ribu rupiah per bulan. Menurut Sungkowo, beasiswa tersebut merupakan kepedulian Diknas terhadap siswa miskin untuk membantu mereka.
Begitu pula dari segi sarana sekolah. Diknas memberikan subsidi untuk membangun atau merehab sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekolah tersebut diberikan keleluasaan untuk menggunakan subsidi tersebut. Namun meski demikian, Diknas tetap mengontrol dana yang telah diberikan untuk merehab, apakah dana tersebut dipergunakan sesuai dengan siteplan yang direncanakan. “Kita berikan subsidi kepada sekolah tersebut, tapi kita kontrol jumlah dan tambahan ruang belajarnya,” tukasnya.
Dari segi mutu, Direktorat Pembinaan SMA membuat rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN). Yang tak kalah penting, Direktorat juga membuat rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). Melalui PBKL keunggulan di suatu daerah dipertahankan. Misalnya, seperti Tasikmalaya yang terkenal dengan bordirannya. Kerajinan seperti itu harus dijaga, atau Sopeng yang terkenal dengan sutra alamnya dan NTT dengan tenun ikatnya, semua itu dikembangkan agar jangan sampai punah.
Sungkowo juga menjelaskan, untuk ruang-ruang penunjang seperti perpustakaan, lab IPA, komputer, TIK base learning, ICT base learning, uji kompetensi siswa, Bahasa Inggris, dan bantuan operasional manajemen mutu, akan diberikan sertifikasi. Sedangkan dalam tata kelolanya, digunakan manajemen yang transparan.
Mengenai pelaksanaan kegiatan lomba-lomba di bidang keilmuan tahun 2009 tetap terus berjalan sama seperti tahun 2008. Sungkowo berharap, agar kegiatan-kegiatan tersebut kualitasnya dapat lebih ditingkatkan lagi. Seperti OSN, tetap mengacu pada delapan bidang studi, yaitu fisika, kimia, matematika, biologi, komputer, astronomi, kebumian, dan ekonomi. Sedangkan penghargaan untuk siswa yang memperoleh medali, saat ini sudah tersolusi. Mereka akan ditampung di perguruan tinggi yang mereka inginkan termasuk beasiswanya.
Tujuan pemerintah untuk meningkatakan mutu pendidikan siswa dan lulusan sudah bengitu bagus hanya sekarang kita yang dilapangan yang perlu meningkatkan SDM baik itu guru maupun pihak sekolah.
Seperti di SMA Negeri 3 Kota Jambi tempat saya bertugas selalu berusaha bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dengan mengikuti lomba lomba baik yang dilaksanakan oleh Pemerntah maupun Perguruan Tinggi.Namun sebelum mengikuti lomba siswa terus dilatih secara terus menerus dan bukan dikarenakan adanya lomba tetapi secara rutin siswa selalu dilatih dengan sendirinya siswa bisa bersaing.Seperti OSN sebelum perlombaan dilaksanakan para pembing-bing OSN sudah melatih anak mulai awal semester satu.Demikian juga OSN ekonomi pelatihannya secara rutinitas dan hasilnya sangat memuaskan karena siswa SMA 3 selalu unggul dan sampai ke Nasional selama 5 tahun berturut turut dan mereka yang masuk kenasioanal setelah lulus dari SMA selalu masuk ke perguruan tinggi yang sesuai dengan cita-cita mereka.
Selasa, 15 Februari 2011
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Manajemen Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tugas: App Sitorus
A. Definisi Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Untuk memahami konsep manajemen tenaga pendidik dan kependidikan, kita terlebih dahulu harus mengerti arti manajemen dan tenaga pendidik dan kependidikan.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Inggris, to manage yang artinya mengatur atau mengelola. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasinal pasal 1 ayat 5 dan 6 yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisispasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Jadi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian, kompensasi, penghargaan, pendidikan dan latihan/ pengembangan dan pemberhentian.
B. Tujuan Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan secara umum adalah:
1. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya, dan memiliki motivasi tinggi
2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh karyawan
3. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang ketat, sistem kompensasi dan insentif yang disesuaikan dengan kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan organisasi dan individu
4. Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa tenaga pendidik dan kependidikan merupakan stakeholder internal yang berharga serta membantu mengembangkan iklim kerjasama dan kepercyaan bersama
5. Menciptakan iklim kerja yang harmonis
C. Tugas dan Fungsi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 39: (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Secara khusus tugas dan fungsi tenaga pendidik (guru dan dosen) didasarkan pada Undang-Undang No 14 Tahun 2007, yaitu sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat. Dalam pasal 6 disebutkan bahwa: Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
D. Aktivitas Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Perencanaan SDM merupakan awal dari pelaksanaan fungsi manajemen SDM. Perencanaan ini seringkali tidak diperhatikan dengan seksama. Dengan melakukan perencanaan ini, segala fungsi SDM dapat dilaksanakan dengan efektif efisien. Ada beberapa metode yang dapat dipakai dalam merencanakan SDM, antara lain:
1. Metode Tradisional
Metode ini biasanya disebut sebagai perencanaan tenaga kerja, semata-mata memperhatikan masalah jumlah tenaga kerja serta jenis dan tingkat keterampilan dalam organisasi.
Gambar: Metode Tradisional
2. Metode Perencanaan Terintegrasi
Dalam perencanaan terintegrasi, segala aspek yang penting dalam pembuatan dan pencapaian visi organisasi ataupun SDM turut diperhatikan. Dalam perencanaan terintegrasi segala perencanaan berpusat pada visi strategik. Visi tersebut kemudian dijadikan standar pencapaian.
Gambar: Metode Perencanaan Terintegrasi
3. Seleksi
Seleksi didefinisikan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dimana individu dipilih untuk mengisi suatu jabatan yang didasarkan pada penilaian terhadap seberapa besar karakteristik individu yang bersangkutan, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh jabatan tersebut. Tujuan utama seleksi adalah untuk mengisi kekosongan jabatan dengan personil yang memenuhi persyaratan yang ditentukan serta untuk membantu meminimalisasi pemborosan waktu, usaha, dan biaya yang harus diinvestasikan bagi pengembangan pendidikan para pegawai.
Dalam proses seleksi, kelompok pelamar harus melalui tiga tahapan proses, yaitu:
a. Pra Seleksi, yang melibatkan kebijakan dan penetapan prosedur seleksi. Tugas utama pengujian dalam tahap pra seleksi adalah pengembangan kebijakan seleksi dan keputusan prosedur pra seleksi.
b. Seleksi, yang merupakan pengajuan seleksi dan implementasi aturan yang ditetapkan pada tahap pra seleksi. Dalam konteks ini ada dua aspek yang penting dicermati, yaitu penilaian data dan pelamar serta implikasi tanggung jawab dari keputusan seleksi.
c. Pasca Seleksi, tahap dimana terjadi penolakan dan penerimaan pelamar yang melibatkan daftar kemampuan pelamar, bagian personalia, pembuatan kontrak dan penempatan pegawai.
4. Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja tenaga pendidik dan kependidikan meliputi:
a. Fungsi kerja esensial yang diharapkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan
b. Seberapa besar kontribusi pekerjaan pendidik dan kependidikan bagi pencapaian tujuan pendidikan
c. Apa arti konkrit mengerjakan pekerjaan yang baik
d. Bagaimana tenaga kependidikan dan dinas bekerja sama untuk mempertahankan, memperbaiki maupun mengembangkan kinerja yang ada sekarang
e. Bagaimana prestasi kerja akan diukur
f. Mengenali berbagai hambatan kerja dan menyingkirkannya.
Sistem manajemen kinerja yang seperti apa yang akan kita gunakan tentunya akan sangat tergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing organisasi. Adapun langkah-langkah manajemen kinerja adalah:
- Persiapan pelaksanaan proses
- Penyusunan Rencana Kerja
- Pengkomunikasian kinerja yang berkesinambungan
- Pengumpulan data, pengamatan dan dokumentasi
- Mengevaluasi kinerja
- Pengukuran dan penilaian kinerja
.
5. Pemberian Kompensasi
Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan perusahaan, karyawan dan pemerintah. Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan bagi semua pihak hendaknya program pemberian didasarkan pada prinsip adil dan wajar. Tujuan pemberian kompensasi antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektifitas, motivasi, stabilitas serta disiplin karyawan.
Bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil pemerintah telah mengatur pemberian kompensasi ini dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2006 tentang Penyesuaian Gaji Pokok PNS, PP No. 3 tahun 2006 tentang Tunjangan Struktural, PP No. 12 tahun 2006 tentang Tunjangan Umum Bagi Pegawai Negeri Sipil, PP No. 25 tahun 2006 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan.
Dari beberapa aturan tersebut, selain gaji pokok yang diterima oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus PNS ada beberapa tunjangan yang diberikan antara lain tunjangan jabatan struktural dan tunjangan jabatan fungsional. Bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus non PNS kebijakan pemberian kompensasi ini didasarkan pada kebijakan lembaga/ yayasan.
6. Pengembangan Karier
Betapapun baiknya suatu perencanaan karier yang telah dibuat oleh seorang pekerja, rencana tersebut tidak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya pengembangan karier yang sistematik dan terprogram. Pengembangan karier adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karier yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.
Kesimpulan ;Mengenai Pengembangan Karier terhadap tenaga pendidikan memang merupakan tuntutan kerja untuk itu diminta kepada pihak yang terkait agar kiranya memberikan kesempatan dan keringanan kepada guru untuk menambah SDM melalui kuliah S2 ,dengan memberikan kemudahan sepert membantu biaya dengan memberikan beasiswa dan mengenai sertifikat yang harus 24 jam tatap muka agar memberikan dispensasi kepada guru yang kuliah yang tidak tugas belajar
Tugas: App Sitorus
A. Definisi Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Untuk memahami konsep manajemen tenaga pendidik dan kependidikan, kita terlebih dahulu harus mengerti arti manajemen dan tenaga pendidik dan kependidikan.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Inggris, to manage yang artinya mengatur atau mengelola. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasinal pasal 1 ayat 5 dan 6 yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisispasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Jadi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian, kompensasi, penghargaan, pendidikan dan latihan/ pengembangan dan pemberhentian.
B. Tujuan Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan secara umum adalah:
1. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya, dan memiliki motivasi tinggi
2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh karyawan
3. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang ketat, sistem kompensasi dan insentif yang disesuaikan dengan kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan organisasi dan individu
4. Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa tenaga pendidik dan kependidikan merupakan stakeholder internal yang berharga serta membantu mengembangkan iklim kerjasama dan kepercyaan bersama
5. Menciptakan iklim kerja yang harmonis
C. Tugas dan Fungsi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 39: (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Secara khusus tugas dan fungsi tenaga pendidik (guru dan dosen) didasarkan pada Undang-Undang No 14 Tahun 2007, yaitu sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat. Dalam pasal 6 disebutkan bahwa: Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
D. Aktivitas Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
Perencanaan SDM merupakan awal dari pelaksanaan fungsi manajemen SDM. Perencanaan ini seringkali tidak diperhatikan dengan seksama. Dengan melakukan perencanaan ini, segala fungsi SDM dapat dilaksanakan dengan efektif efisien. Ada beberapa metode yang dapat dipakai dalam merencanakan SDM, antara lain:
1. Metode Tradisional
Metode ini biasanya disebut sebagai perencanaan tenaga kerja, semata-mata memperhatikan masalah jumlah tenaga kerja serta jenis dan tingkat keterampilan dalam organisasi.
Gambar: Metode Tradisional
2. Metode Perencanaan Terintegrasi
Dalam perencanaan terintegrasi, segala aspek yang penting dalam pembuatan dan pencapaian visi organisasi ataupun SDM turut diperhatikan. Dalam perencanaan terintegrasi segala perencanaan berpusat pada visi strategik. Visi tersebut kemudian dijadikan standar pencapaian.
Gambar: Metode Perencanaan Terintegrasi
3. Seleksi
Seleksi didefinisikan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dimana individu dipilih untuk mengisi suatu jabatan yang didasarkan pada penilaian terhadap seberapa besar karakteristik individu yang bersangkutan, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh jabatan tersebut. Tujuan utama seleksi adalah untuk mengisi kekosongan jabatan dengan personil yang memenuhi persyaratan yang ditentukan serta untuk membantu meminimalisasi pemborosan waktu, usaha, dan biaya yang harus diinvestasikan bagi pengembangan pendidikan para pegawai.
Dalam proses seleksi, kelompok pelamar harus melalui tiga tahapan proses, yaitu:
a. Pra Seleksi, yang melibatkan kebijakan dan penetapan prosedur seleksi. Tugas utama pengujian dalam tahap pra seleksi adalah pengembangan kebijakan seleksi dan keputusan prosedur pra seleksi.
b. Seleksi, yang merupakan pengajuan seleksi dan implementasi aturan yang ditetapkan pada tahap pra seleksi. Dalam konteks ini ada dua aspek yang penting dicermati, yaitu penilaian data dan pelamar serta implikasi tanggung jawab dari keputusan seleksi.
c. Pasca Seleksi, tahap dimana terjadi penolakan dan penerimaan pelamar yang melibatkan daftar kemampuan pelamar, bagian personalia, pembuatan kontrak dan penempatan pegawai.
4. Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja tenaga pendidik dan kependidikan meliputi:
a. Fungsi kerja esensial yang diharapkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan
b. Seberapa besar kontribusi pekerjaan pendidik dan kependidikan bagi pencapaian tujuan pendidikan
c. Apa arti konkrit mengerjakan pekerjaan yang baik
d. Bagaimana tenaga kependidikan dan dinas bekerja sama untuk mempertahankan, memperbaiki maupun mengembangkan kinerja yang ada sekarang
e. Bagaimana prestasi kerja akan diukur
f. Mengenali berbagai hambatan kerja dan menyingkirkannya.
Sistem manajemen kinerja yang seperti apa yang akan kita gunakan tentunya akan sangat tergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing organisasi. Adapun langkah-langkah manajemen kinerja adalah:
- Persiapan pelaksanaan proses
- Penyusunan Rencana Kerja
- Pengkomunikasian kinerja yang berkesinambungan
- Pengumpulan data, pengamatan dan dokumentasi
- Mengevaluasi kinerja
- Pengukuran dan penilaian kinerja
.
5. Pemberian Kompensasi
Program kompensasi atau balas jasa umumnya bertujuan untuk kepentingan perusahaan, karyawan dan pemerintah. Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan bagi semua pihak hendaknya program pemberian didasarkan pada prinsip adil dan wajar. Tujuan pemberian kompensasi antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektifitas, motivasi, stabilitas serta disiplin karyawan.
Bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil pemerintah telah mengatur pemberian kompensasi ini dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2006 tentang Penyesuaian Gaji Pokok PNS, PP No. 3 tahun 2006 tentang Tunjangan Struktural, PP No. 12 tahun 2006 tentang Tunjangan Umum Bagi Pegawai Negeri Sipil, PP No. 25 tahun 2006 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan.
Dari beberapa aturan tersebut, selain gaji pokok yang diterima oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus PNS ada beberapa tunjangan yang diberikan antara lain tunjangan jabatan struktural dan tunjangan jabatan fungsional. Bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus non PNS kebijakan pemberian kompensasi ini didasarkan pada kebijakan lembaga/ yayasan.
6. Pengembangan Karier
Betapapun baiknya suatu perencanaan karier yang telah dibuat oleh seorang pekerja, rencana tersebut tidak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya pengembangan karier yang sistematik dan terprogram. Pengembangan karier adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karier yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.
Kesimpulan ;Mengenai Pengembangan Karier terhadap tenaga pendidikan memang merupakan tuntutan kerja untuk itu diminta kepada pihak yang terkait agar kiranya memberikan kesempatan dan keringanan kepada guru untuk menambah SDM melalui kuliah S2 ,dengan memberikan kemudahan sepert membantu biaya dengan memberikan beasiswa dan mengenai sertifikat yang harus 24 jam tatap muka agar memberikan dispensasi kepada guru yang kuliah yang tidak tugas belajar
Langganan:
Postingan (Atom)